BENGKULUTERKINI.ID – Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu dalam menciptakan tata kota yang rapi, bersih, dan bebas kemacetan menunjukkan progres signifikan.
Melalui pendekatan persuasif tanpa kekerasan, sebanyak 297 Pedagang Kaki Lima (PKL) yang selama belasan tahun menduduki bahu jalan kini telah resmi bertransformasi menjadi pedagang pasar resmi.
Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kota Bengkulu Alex Periansyah menyatakan, keberhasilan ini bukan sekadar penertiban, melainkan sebuah solusi ekonomi bagi para pedagang.
“Kami mengedepankan komunikasi dari hati ke hati agar mereka sadar bahwa berjualan di lokasi yang aman dan legal jauh lebih menguntungkan dalam jangka panjang,” ujarnya, Rabu (4/2/26).
Hingga awal Februari 2026, ratusan pedagang tersebut telah terbagi ke dalam empat titik pasar utama yang dikelola secara profesional.
Pertama, pasar Panorama (148 Pedagang). Ini menjadi titik dengan jumlah pedagang terbanyak, pembenahan di sini fokus pada pengembalian fungsi jalan di sekitar pasar yang selama ini menjadi titik kemacetan parah.
Kedua, kawasan Jalan KZ Abidin I (88 Pedagang). Para pedagang di lokasi yang dikenal sebagai jantung kota ini secara mandiri bersedia pindah ke dalam gedung Pasar Tradisional Modern (PTM) setelah berjualan di atas trotoar selama hampir 20 tahun.











