“Batas waktu kita jelas. Tanggal 10 Desember bantuan sudah mulai di salurkan. Karena itu, setiap daerah harus segera melapor kepada Sekda Provinsi Bengkulu terkait nominal dana yang siap di salurkan,” tegas Mian.
Selain bantuan dana, Pemprov Bengkulu juga berencana membawa bantuan sandang, pangan, serta satu unit ambulans saat proses distribusi bantuan nanti.
Hingga 2 Desember 2025, penggalangan dana dari masyarakat telah mencapai Rp32,5 juta.
Pemerintah optimistis jumlah tersebut akan terus meningkat dan bahkan berpotensi melampaui target yang di tetapkan, yakni Rp3 miliar.
“Pemprov Bengkulu berharap koordinasi yang solid antara pemerintah daerah, Forum CSR, dan masyarakat dapat mempercepat penyaluran bantuan sehingga kebutuhan mendesak di wilayah terdampak bencana dapat segera tertangani,” pungkasnya












