“Dengan alat modernisasi pertanian, kita menargetkan produksi padi bisa mencapai 6 ton per hektarnya,”ujar Shannora.
Sebagai bentuk dukungan konkret, BRMP Bengkulu telah membantu petani di berbagai daerah untuk mengusulkan kebutuhan alsintan yang sesuai dengan kondisi wilayah. Penyaluran alat telah di lakukan di tiga kabupaten, yaitu Bengkulu Utara, Kepahiang dan Seluma.
“Teknologi pertanian yang lebih modern di harapkan dapat meningkatkan efisiensi kerja petani sekaligus produktivitas hasil panen,” imbuhnya.
Disisi lain, Asisten II Setda Provinsi Bengkulu, R.A Denni, menegaskan bahwa penggunaan teknologi modern adalah langkah wajib untuk memperkuat sektor pangan daerah.












