BENGKULUTERKINI.ID – Saat ini masalah kesehatan menjadi hal penting yang tidak bisa diabaikan. Dari tahun ke tahun jumlah penyakit terus meningkat salah satunya adalah penyakit TBC (Tuberkulosis).
Bengkulu menjadi salah satu dari banyaknya daerah di Indonesia yang memiliki penemuan terhadap penyakit TBC cukup tinggi.
Dilansir dari data Badan Statistik Bengkulu mencatat peningkatan signifikan pada penyakit TBC yakni di 2023 ada 1.809 kasus, catatan terakhir di tahun 2024 meningkat menjadi 3.608 kasus.
Hal ini harusnya menjadi perhatian bagi masyarakat untuk lebih aware pada kesehatan agar terhindar dari ancaman penyakit salah satunya yakni TBC.
Maka dari itu, penting untuk mengetahui sebenarnya apa fakto penyebab TBC yang harus diwaspadai. Berikut diantaranya:
Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, yang biasanya menyerang paru-paru. TBC dapat menyebar melalui udara ketika seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin.
Meskipun dapat diobati, penanganan yang terlambat dapat menyebabkan komplikasi yang lebih serius. Berikut adalah beberapa penyebab utama terjadinya TBC yang kami rangkum dari website rumah Sakit Pondok Indah
1. Infeksi oleh Bakteri Mycobacterium Tuberculosis
Penyebab utama TBC adalah infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini menyebar melalui udara ketika seseorang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara.
Partikel-partikel kecil yang mengandung bakteri dapat terhirup oleh orang di sekitarnya. Jika sistem kekebalan tubuh seseorang lemah, bakteri ini dapat berkembang biak di paru-paru dan menyebabkan infeksi.
2. Kondisi Kesehatan yang Melemahkan Sistem Imun
Kondisi tubuh juga jadi penyebab paling riskan yang dapat memicu TBC. Seseorang dengan sistem imun yang lemah lebih rentan terhadap infeksi TBC.
Penyakit seperti HIV/AIDS, diabetes, atau gangguan sistem kekebalan tubuh lainnya dapat meningkatkan risiko seseorang terinfeksi TBC. Pengobatan dengan obat imunosupresan, yang digunakan untuk mengobati penyakit autoimun atau setelah transplantasi organ, juga dapat menurunkan daya tahan tubuh terhadap infeksi.
3. Merokok dan Polusi Udara
Merokok dapat merusak sistem pernapasan dan melemahkan daya tahan tubuh terhadap infeksi. Orang yang merokok memiliki risiko lebih tinggi terkena TBC karena paru-paru mereka lebih rentan terhadap infeksi. Selain itu, paparan polusi udara, baik di dalam maupun di luar ruangan, juga dapat merusak saluran pernapasan dan meningkatkan kemungkinan terinfeksi TBC.
4. Kurangnya Gizi yang Seimbang
Gizi yang buruk dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, sehingga tubuh lebih sulit melawan infeksi, termasuk TBC. Kekurangan gizi, terutama yang berkaitan dengan vitamin dan mineral penting, dapat meningkatkan kerentanannya terhadap berbagai penyakit, termasuk TBC.
5. Lingkungan yang Padat dan Tidak Sehat
TBC lebih mudah menyebar di tempat-tempat dengan kepadatan penduduk tinggi, seperti penjara, tempat kerja, atau perumahan kumuh. Di tempat-tempat ini, orang-orang sering berada dalam jarak dekat satu sama lain, sehingga memperbesar kemungkinan penularan. Selain itu, kondisi lingkungan yang tidak sehat, seperti ventilasi yang buruk, dapat meningkatkan risiko terpapar bakteri TBC.
Jika Anda mulai merasakan gejala seperti batuk berdahak lebih dari dua minggu, penurunan berat badan, demam, atau keringat malam, segera konsultasikan dengan dokter spesialis paru dan pernapasan.












