<strong>BENGKULUTERKINI.ID</strong> - Persoalan sampah yang sempat mencuat di kawasan Blungguk Poin dan menjadi perbincangan hangat di media sosial langsung mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota Bengkulu. Pemerintah bergerak cepat menindaklanjuti keluhan masyarakat guna menjaga kebersihan dan kenyamanan kawasan tersebut. Asisten II Setda Kota Bengkulu, Sehmi, menegaskan bahwa penanganan sampah di Belungguk Poin tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata, melainkan membutuhkan kerja sama semua pihak, mulai dari pemerintah, pedagang, hingga para pengunjung. Menurutnya, kesadaran kolektif menjadi kunci utama agar kawasan tersebut tetap bersih dan tertata.<!--nextpage--> Pemerintah Kota Bengkulu, kata Sehmi, terus melakukan edukasi kepada para pedagang dan pengunjung karena keduanya memiliki peran strategis dalam menjaga kebersihan lingkungan.<!--more--> Salah satu langkah yang ditekankan adalah kewajiban bagi pedagang untuk menyediakan tempat sampah di sekitar lapak masing-masing. “Pedagang diminta menyiapkan tempat sampah sendiri, bisa berupa kantong atau karung plastik besar. Sampah itu dikumpulkan dan diikat rapi sehingga saat pedagang pulang, sampah sudah dalam kondisi siap diangkut petugas kebersihan pada pagi hari,” jelasnya. Dengan sistem tersebut, diharapkan pengelolaan sampah di Blungguk Poin menjadi lebih mudah dan tertib, sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab pedagang terhadap kebersihan area tempat mereka berjualan.<!--nextpage--> Pemerintah Kota Bengkulu berharap, melalui kolaborasi dan kesadaran bersama, kawasan Blungguk Poin dapat kembali bersih, nyaman, dan menjadi ruang publik yang layak dikunjungi masyarakat tanpa meninggalkan persoalan sampah. (Firman Triadinata)