Tak hanya itu, presentasinya pun dibuat menarik agar cocok untuk kalangan muda dan pecinta kuliner estetik.
Strategi ini tampaknya berfokus pada pasar kuliner viral dan premium. Dengan memanfaatkan popularitasnya untuk menimbulkan kegembiraan di media sosial. Tak sedikit netizen yang tertarik untuk mencoba makanan yang di buat oleh Pinkan dan mencobanya sendiri serta membagikan pengalaman mereka.
Hal ini dapat menunjukkan bagaimana branding dan diferensiasi produk dapat meningkatkan nilai pada produk yang terlihat sederhana seperti pisang goreng.
Ada beberapa orang yang memuji rasanya yang unik dan teksturnya yang renyah, tetapi harganya tidak masuk akal. Ini menunjukkan bahwa pasar Indonesia semakin terbuka untuk inovasi kuliner yang berani.












