“Jumlahnya sempat turun jadi Rp35 juta. Tapi saya tetap tidak sanggup karena saya percaya dengan komitmen Bupati untuk membersihkan birokrasi,” kata dia.
Merasa terganggu, Diharman kemudian langsung menghadap Bupati. Dari penjelasan Bupati, diketahui bahwa permintaan itu hanyalah ulah oknum-oknum yang mengatasnamakan tim sukses. Namun, tak lama setelah dirinya menolak memberikan uang, posisinya sebagai Kepala Puskesmas digantikan orang lain.
“Kebetulan pengganti saya berasal dari satu desa dengan Iwan Harjo. Saya menduga pengganti itu memberikan uang, karena terbukti saya yang menolak langsung diganti,” ujar Diharman.












