<strong>BENGKULUTERKINI.ID</strong> - Dalam artikel ini penulis menemukan beberapa pemberitaan yang berisi mengenai gangguang kesehatan mental yang terjadi pada kalangan remaja Bengkulu. Penulis menemukan sebuah postingan akun instagram @fatherman.id pada 2 tahun lalu yang menginformasikan media sosial dihebohkan dengan puluhan siswi SMP di Bengkulu Utara yang melakukan self harm dengan menyayat tangan menggunakan silet dan pemberitaan ini juga disiarkan oleh media tvOneNews. Meski pemberitaan ini sudah cukup lama berlalu tak memungkinkan kejadian yang sama bisa terulang kembali. Penulis juga melihat aksi menyayat tangan ini menjadi tren dikalangan remaja dan dianggap keren dan seolah memberitahu kepada orang lain bahwa ia dalam kondisi yang terguncang. Ini merupakan salah satu gejala self harm yang perlu diketahui.<!--nextpage--> Oleh karena itu penting untuk mengetahui apa saja tanda dan gejala self harm yang terjadi pada remaja khususnya yang ada di Provinsi Bengkulu. <strong>Apa itu Self Harm</strong> Jika kamu menjumpai teman-teman terdekat atau keluarga yang sering menyakiti diri kamu harus mengetahui jika tindakan itu disebut dengan self harm. Apa itu self harm? Apa tanda-tanda dan penyebab seseorang bisa self harm? Simak infromasi berikut ini! Self-harm adalah suatu perilaku melukai diri sendiri secara sengaja. Tindakannya bisa berupa menyayat, memukul, memotong, membakar diri atau tindakan fisik lain untuk merusak tubuh biasanya tindakan ini bertujuan untuk meredakan rasa kesal atau perasaan yang terpendam.<!--nextpage--> Remaja termasuk kelompok individu yang rentan melakukan self-harm. Pada umumnya, tindakan ini menandakan adanya gangguan kesehatan mental. Sebab, self-harm memang erat kaitannya dengan masalah kesehatan mental. <strong>Tanda-Tanda Self Harm pada Remaja</strong> Self-harm pada remaja adalah tindakan yang serius dan memerlukan perhatian orang tua. Pasalnya, jika dibiarkan, tindakan ini bisa lebih parah bahkan bukan tidak mungkin mengarah ke tindakan bunuh diri. Berikut adalah beberapa tanda-tanda yang dapat menunjukkan bahwa seseorang mungkin melakukan self-harm: 1. Memiliki luka-luka fisik Self-harm pada tubuh bisa seperti goresan, luka bakar, atau memar yang muncul secara tiba-tiba dan tidak memiliki penjelasan yang masuk akal bisa menjadi tanda adanya self-harm.<!--nextpage--> Luka-luka mungkin terjadi secara berulang kali. Biasanya, luka ditemukan di area tubuh yang mudah disembunyikan, seperti lengan, perut, atau paha. 2. Selalu mengenakan pakaian panjang untuk menutupi luka Remaja yang melakukan self-harm biasanya akan mengenakan pakaian panjang atau lengan panjang bahkan di cuaca panas. Hal ini dilakukan untuk menyembunyikan luka-luka tersebut dari pandangan orang lain. 3. Suka mengurung diri Mengurung diri merupakan hal yang tak jarang dilakukan, anak yang melakukan self-harm mungkin akan menghabiskan waktu di kamar mandi atau kamar tidur dalam waktu yang lebih lama tanpa alasan yang jelas. Hal ini mungkin dilakukan untuk melakukan tindakan self-harm tanpa diketahui orang lain.<!--nextpage--> 4. Menyimpan benda tajam atau benda tak lazim Tanda lain yang perlu orang tua waspadai adalah menyimpan atau mengoleksi benda tajam, seperti pisau atau gunting, yang tidak lazim seperti racun. Benda-benda ini digunakan untuk melakukan tindakan self-harm. Kemungkinan, benda-benda ini juga disimpan di tempat-tempat yang tak terjangkau oleh pandangan. Jadi, orang tua harus lebih cermat dalam hal ini. 5. Perubahan perilaku atau suasana hati yang tiba-tiba Perubahan perilaku yang tiba-tiba, seperti menjadi lebih tertutup, marah, atau sedih, tanpa alasan yang jelas, bisa menjadi tanda adanya self-harm. Remaja yang melakukan self-harm mungkin juga akan menunjukkan gejala depresi atau kecemasan.<!--nextpage--> 6. Menghindari situasi atau percakapan tertentu Seseorang yang melakukan self-harm mungkin akan menghindari situasi atau percakapan tertentu yang berpotensi mengungkapkan perilaku self-harm dirinya. Mereka umumnya berusaha menyembunyikan tindakan self-harm mereka dari orang lain. <strong>Penyebab Self-harm Pada Remaja </strong> Beberapa penyebab prilaku self-harm pada remajapun beragam, berikut penyebab dan alasan remaja sekarang menyukai prilaku self-harm. 1. Gangguan Mental Remaja yang mengalami masalah kesehatan mental, seperti depresi, kecemasan, gangguan makan, atau gangguan kepribadian, mungkin lebih rentan untuk melakukan self-harm.<!--nextpage--> Mereka mungkin menggunakan self-harm sebagai cara untuk mengatasi atau mengurangi gejala gangguan mental yang mereka alami. 2. Riwayat trauma Orang yang memiliki riwayat trauma psikologis lebih rentan melakukan percobaan untuk menyakiti diri sendiri. Kondisi ini bisa muncul saat kehilangan orang tersayang atau pernah menjadi korban kekerasan fisik, emosional, hingga seksual. Hal ini bisa membuat seseorang merasa hampa dan rendah diri, sehingga mencari pelampiasan dengan melukai tubuh. 3. Stres dan tekanan Remaja seringkali menghadapi tekanan dari berbagai aspek kehidupan, seperti tekanan akademis dari sekolah, konflik dalam keluarga, atau tekanan dari teman sebaya.<!--nextpage--> Tekanan ini dapat menyebabkan remaja merasa tidak mampu mengatasi emosi mereka, sehingga melakukan self-harm sebagai cara untuk melepaskan tekanan dan mengatasi perasaan tidak mampu tersebut. 4. Merasa terisolasi atau tidak diterima Remaja yang merasa terisolasi atau tidak diterima oleh keluarga, teman sebaya, atau lingkungan sosialnya. Mereka kemungkinan melakukan self-harm sebagai cara untuk mengatasi perasaan tersebut. Nah, mungkin mereka merasa bahwa self-harm adalah satu-satunya cara untuk meredakan perasaan kesepian atau perasaan tidak dihargai. 5. Tidak dapat mengatasi masalah Tak sedikit remaja tidak memiliki keterampilan untuk mengatasi masalah atau konflik dengan baik. Mereka mungkin tidak tahu bagaimana cara mengungkapkan atau mengelola emosi dengan cara yang sehat.<!--nextpage--> 6. Masalah sosial. Penyebab lain dari self harm adalah masalah sosial. Sering kali, perilaku negatif ini lebih rentan menyerang korban perundungan atau bullying, atau orang-orang yang sedang berada dalam kesulitan tertentu. Tak heran jika perilaku ini lebih sering terjadi pada anak dan remaja. Jadi, orang tua tentu perlu Waspada, Ini Dampak Bullying pada Kesehatan Mental Anak. Itulah tanda-tanda dan penyebab remaja sering melakukan self-harm. Nah, buat kamu remaja Bengkulu penting untuk mengetahui informasi ini agar dapat mengambil tindakan cepat saat ada teman atau kerabat dekat yang mengalami hal yang sam.<!--nextpage--> Selain itu, dengan mengetahui informasi di atas kita dapat lebih peduli dan mengenal orang-orang sekitar kita serta menjadi tempat bercerita bagi mereka yang mengalami gangguan mental serta menjadi suport system untuk mereka.