Namun berbeda dengan Rawa Makmur, di mana akses jalan utama masih menjadi titik rawan karena kerap terendam saat debit air meningkat, sehingga mengganggu mobilitas dan aktivitas warga.
Menanggapi kondisi tersebut, Dedy Wahyudi langsung mengambil langkah cepat dengan berkoordinasi dan mengajukan permohonan bantuan kepada Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan.
Upaya tersebut mendapat respons positif dengan disetujuinya rencana peninggian jalan sekaligus pembangunan drainase di jalur utama Rawa Makmur yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Bengkulu.
“Alhamdulillah, Bapak Gubernur sudah setuju. Sinergi ini sangat penting karena jalur tersebut merupakan kewenangan provinsi. Dengan pembangunan drainase dan peninggian jalan, kita harapkan ini menjadi solusi jangka panjang agar aktivitas ekonomi warga tidak lagi terganggu saat banjir kiriman datang,” ujar Dedy.












