Usin memperkirakan, apabila seluruh proses administrasi dan pemesanan tiket berjalan lancar, keempat warga Bengkulu tersebut berpotensi dipulangkan pada 25 atau 26 Februari 2026.
“Namun kita tetap menunggu kepastian resmi. Kalau semua sudah final, tentu masyarakat Bengkulu akan segera mendapatkan kabar,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pihak KBRI bersama Pemerintah Kamboja mengambil langkah ekstra hati-hati dalam proses pemulangan. Tiket penerbangan diwajibkan tanpa transit guna mencegah potensi penyimpangan rute atau risiko lain di perjalanan.
“Penerbangan direncanakan langsung (direct) dari Bandara Internasional Phnom Penh menuju Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng. Ini untuk memastikan keamanan dan kepastian mereka benar-benar tiba di Indonesia,” tegas Usin.
Diketahui, empat warga Bengkulu tersebut yakni Imron, Ardi, Deni Febriansyah, dan Engga. Mereka sebelumnya dijanjikan pekerjaan di Vietnam dengan iming-iming gaji tinggi. Namun setibanya di luar negeri, mereka justru diduga diselundupkan ke Kamboja dan dipaksa bekerja sebagai operator penipuan judi daring.
Kasus ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap tawaran kerja ke luar negeri yang tidak melalui jalur resmi. Pemerintah daerah pun diharapkan memperkuat edukasi dan pengawasan guna mencegah kasus serupa terulang di kemudian hari. (Anggi Pranata)












