Jangan lupakan untuk memenuhi asupan vitamin dan mineral dengan mengonsumsi sayur dan buah baik saat sahur maupun berbuka puasa.
Bagaimana dengan makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari?
Pertama, batasi konsumsi kafein seperti kopi, teh, cokelat, atau minuman bersoda agar kadar cairan tubuh tetap terjaga dan kamu tidak mudah dehidrasi.
Kedua, hindari makanan yang mungkin menyebabkan gangguan pencernaan. Saat sahur, usahakan untuk tidak mengkonsumsi masakan yang pedas atau asam.
Lebih baik, pilihlah makanan yang dapat memicu produksi gas, seperti brokoli, kembang kol, sawi, dan jamur, saat berbuka puasa.
Selama ini, untuk efisiensi waktu dan biaya, banyak dari kita yang menggunakan sisa makanan sahur untuk berbuka puasa. Dalam hal ini, dr. Putri menyatakan bahwa tidak perlu memanaskan makanan yang tersisa. “Jika kita terlalu sering mengolah ulang makanan, kita justru mengurangi kandungan nutrisinya, seperti vitamin dan mineral,” katanya.
Lebih baik, kita menghemat waktu dengan memilih metode memasak yang lebih sederhana dan cepat. Contohnya, menumis sayur dalam waktu singkat.
Alternatif lain yang bisa dipilih adalah memasak ayam ungkep secara bersamaan, namun dengan cara yang terpisah. Sebagian ayam dapat disiapkan untuk sahur, sementara yang lainnya diperuntukkan khusus bagi berbuka. Porsi bisa dipisahkan sesuai kebutuhan masing-masing.












