Sprei yang kotor bisa berisiko bagi kesehatan.
1. Kondisi lembap dan kotor membuat sprei menjadi tempat berkembang biak bakteri dan jamur, seperti Staphylococcus yang bisa menyebabkan infeksi kulit.
2. Tungau debu yang hidup di sisa-sisa kulit manusia bisa memperburuk masalah asma dan alergi.
3. Sprei kotor juga bisa menyebabkan jerawat di punggung, bruntusan, serta iritasi kulit, terutama bagi orang yang kulitnya sensitif.
4. Selain itu, tidur di sprei yang bau atau lembap membuat tubuh tidak tenang, sehingga kualitas tidur menurun.
Dalam video tersebut, dr. Rizal Fadli merekomendasikan untuk mengganti sprei setidaknya satu minggu sekali. Namun, bagi orang yang memiliki kulit sensitif, mudah berkeringat, atau tidur bersama hewan peliharaan, lebih baik menggantinya lebih sering, yaitu setiap 3–4 hari.












