Rencana besar ini juga mendapat dukungan dari Dinas Koperasi dan UKM Kota Bengkulu. Plt Kadis Koperasi dan UKM, Garda Reputra, menyebut pihaknya tengah menyiapkan langkah strategis agar pelaku UMKM bisa terlibat aktif.
“Saat ini kita sedang melakukan inventarisasi UMKM. Salah satu kriterianya adalah kelengkapan izin usaha, keunikan produk, serta penggunaan sistem pembayaran modern seperti QRIS,” jelas Garda.
Ia menambahkan, konsep awal yang disiapkan yakni UMKM dengan model usaha mobile, misalnya menggunakan kendaraan roda tiga atau mobil yang dimodifikasi. Konsep ini dipilih agar sesuai dengan karakter kawasan S. Parman yang merupakan area perkantoran.












