“Ini tidak bisa diselesaikan secara tiba-tiba. Salah satu penyebabnya karena hulunya sudah gundul akibat aktivitas batubara dan reklamasi yang tidak maksimal. Jadi meskipun di Kota Bengkulu tidak hujan, banjir tetap bisa terjadi,” jelas Dedy.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kota Bengkulu akan melakukan normalisasi sungai serta menyiapkan pembangunan kolam retensi untuk menekan risiko banjir ke depan. Dedy mengungkapkan, proses ganti rugi lahan untuk kolam retensi akan dilakukan tahun ini.
“Normalisasi sungai akan kita lakukan, kemudian pembangunan kolam retensi juga sedang berproses. Tahun ini tahap ganti rugi lahan, dan pertengahan tahun diperkirakan sudah ada pembayaran dari Balai Wilayah Sungai VII,” ungkapnya.












