“Kalau ekonomi bergerak di ujung kota lama, lalu di geser sedikit, kawasan kampung juga hidup. Perabuhan hidup kembali. Begitu juga kawasan lain seperti Padang Harapan, Selebar, sampai Kampung Melayu,” jelasnya.
Dedy mencontohkan perkembangan kawasan Padang Serai dan Selebar yang kini semakin tertata dengan pembangunan jalan dua jalur dan penerangan. Hal tersebut, kata dia, menjadi indikator pertumbuhan ekonomi yang merata di Kota Bengkulu.
“Kafe, rumah makan tumbuh. Artinya ada jual beli, ada daya beli. Orang punya uang, makanya bisa belanja,” tambahnya.
Ia juga menyinggung perpindahan sejumlah aktivitas ekonomi ke dalam Kota Bengkulu, termasuk peresmian kantor pusat salah satu bank yang sebelumnya berada di luar kota dan kini memilih berkantor di Bengkulu karena melihat geliat ekonomi yang positif.
Terkait rencana mulai berkantor di gedung mess Pemda, Dedy menyebut akan di lakukan setelah proses penataan dan renovasi selesai.
Meski belum menyebutkan waktu pasti, ia memastikan rencana tersebut akan di realisasikan tahun ini.
“Kita tata dulu. Tapi program prioritas tetap jalan. Tahun ini kita bangun sekitar 200 ruas jalan, drainase, dan pasar,” tegasnya.
Dengan renovasi mess Pemda menjadi kantor wali kota dan penataan kawasan Bungkulin Heritage, Pemkot Bengkulu berharap wajah kota lama kembali hidup sebagai pusat pemerintahan, sejarah, dan pertumbuhan ekonomi baru di Kota Bengkulu. (Firman Triadinata)












