BENGKULUTERKINI.ID – Kelahiran seorang bayi baik laki-laki atau perempuan menjadi hal yang sangat membahagiakan bagi orang tua dan keluarga.
Saat menantu atau anak perempuan melahirkan biasanya ada adat atau budaya yang harus diikuti oleh ibu yang baru melahirkan karena dipercaya membawa keberuntungan bagi ibu dan bayi.
Ada banyak sekali warisan budaya yang di wariskan leluhur untuk menyambut ibu dan bayi salah satunya di Provinsi Bengkulu.
Dikenal dengan “Marhaban Buai Anak” merupakan salah Warisan Budaya Tak Benda yang dimiliki oleh Provinsi Bengkulu. Tradisi Marhaban Buai Anak ialah tradisi masyarakat Bengkulu yang dilangsungkan dalam rangka mewujudkan rasa syukur atas kelahiran seorang anak.
Dalam tradisi ini, ada salah satu hal yang unik yaitu keberadaan sebuah alat yang mirip seperti ayunan. Biasanya alat ini akan ada di tengah-tengah tamu undangan, di mana bayi diayun dalam buaian sambil dinyanyikan pujian dan doa-doa.
Dikutip dari beberapa sumber tradisi ini terdiri dari beberapa rangkaian yakni pemberian doa dan harapan baik untuk kehidupan sang anak di masa depan, yang sering kali disertai dengan proses mencukur rambut sebagai bagian dari upacara tersebut.
Bagi sebagian masyarakat Bengkulu yang masih melakukan perayaan Marhaban Buai Anak menjadi tradisi adat budaya yang kental dengan nilai agama. Syiar Agama Islam sangatlah mempengaruhi kegiatan adat dan budaya khas Melayu Bengkulu.
Bayi berusia satu minggu hingga tiga bulan akan dibuai dalam upacara ini. Sambil diiringi bacaan-bacaan doa untuk anak. Tradisi ini tak bisa lepas dari budaya Melayu di Bengkulu.
Gambar pada artikel diambil dari Instagram @budaya.sayo.












