Suatu hari Sutojayan mendapat kabar dari teman lamanya yang ingin berkunjung ke rumahnya.
Lalu dia menyuruh anak buahnya untuk menyiapkan makanan dan segala sesuatunya untuk kawan lamanya tersebut.
Para pelayan di rumahnya hanya diberikan waktu dua hari untuk menyiapkan segala sesuatunya. Begitu juga Wironini pun mendapatkan tugas menyiapkan makanan untuk tamu tersebut.
Pada waktu bersamaan Wironini mendapati anaknya yang bungsu sakit. Dengan terpaksa dia meminta izin untuk tidak bekerja sampai anaknya sembuh, namun Sutojayan marah dan tidak mengizinkannya.
Dengan diselimuti rasa sedih yang begitu mendalam melihat kondisi si bungsu yang sakit parah dia tegakan untuk berangkat bekerja di rumah saudagar kejam tersebut.












