Tatkala air ditambahkan dalam kendi tersebut maka akan terjadi petaka besar bagi yang menambahkannya.
Ia juga berpesan bahwa kelak dalam kendi tersebut akan menjadi perantara Tuhan untuk menolong hidupnya serta anak-anaknya ketika dia bisa memanfaatkannya dalam kebaikan.
Merasa tidak percaya dengan perkataan sang nenek maka Wironini tak sabar ingin segera sampai di rumah ingin membuktikan pesan nenek tersebut. Setelah pekerjaannya selesai ia bergegas pulang. Sesampai di rumah ia memberikan setetes air tersebut kepada anaknya yang sedang sakit.
Hal yang sama ia lakukan tiap harinya. Tak lama kemudian anaknya berangsur-angsur sembuh. Namun ia tak serta merta percaya apa yang dikatakan nenek tersebut.












