Permasalahan paling krusial, kata Dodi, berada di Muara Sungai Air Manna—jalur vital yang digunakan nelayan setiap hari. Wilayah ini disebutnya telah terlalu lama dibiarkan tanpa penanganan serius. Pendangkalan makin parah, alur muara menyempit, dan abrasi terus menggerus tepian sungai.
Saat musim hujan, situasi semakin mengkhawatirkan. Perubahan arus dan cuaca buruk meningkatkan risiko kecelakaan di laut, membuat keselamatan nelayan makin terancam.
“Selama ini yang dilakukan hanya pengerukan pasir tanpa ada penahan abrasi. Cara seperti itu tidak bisa lagi dipertahankan. Harus ada bangunan permanen sebagai penahan alur untuk mencegah abrasi dan penyempitan muara,” tegas Dodi.












