Dukungan tersebut disampaikan melalui pesan suara yang diwakilkan kepada Wakil Walikota dan jajaran pejabat terkait.
Menariknya, festival ini terselenggara tanpa menggunakan dana APBD. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Kota Bengkulu, Nina Nurdin, menjelaskan bahwa seluruh pembiayaan berasal dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) dan sponsor, hasil kolaborasi antara sektor swasta dan masyarakat.
Rangkaian kegiatan festival pun berlangsung meriah. Pengunjung disuguhkan tari Bukek Bersama, sebuah tarian kolosal yang melibatkan banyak peserta.
Selain itu, lomba hias kapal yang diikuti sekitar 80 nelayan menjadi daya tarik tersendiri dengan perahu-perahu berhiaskan ornamen warna-warni.
Tak kalah menarik, lomba memasak yang menampilkan kreativitas ibu-ibu warga Bengkulu serta lomba mewarnai untuk anak-anak tingkat TK turut memeriahkan suasana.
Pemerintah Kota Bengkulu menargetkan Festival Yo botoi-botoi dapat masuk dalam kalender agenda nasional di bawah naungan kementerian terkait, sehingga mampu menarik wisatawan dari berbagai daerah.
Didukung cuaca cerah setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut pada malam sebelumnya, festival ini menjadi simbol harapan baru bagi kesejahteraan nelayan dan kemajuan pariwisata Bengkulu.












