Menurut Teuku, tenaga pengajar memiliki peran strategis dalam mencerdaskan generasi bangsa, sehingga sudah seharusnya mendapatkan penghargaan yang layak.
Namun demikian, peningkatan gaji tidak bisa dilakukan secara instan mengingat jumlah GTT dan PTT di Provinsi Bengkulu mencapai sekitar 4.000 orang.
“Kalau dinaikkan Rp1 juta saja per orang, dikalikan ribuan tenaga dan 12 bulan, anggarannya sangat besar. Apalagi kondisi keuangan daerah saat ini juga terbatas, ditambah adanya pemotongan anggaran dari pemerintah pusat sekitar Rp300 miliar,” terangnya.
Meski demikian, DPRD optimistis kondisi keuangan daerah akan lebih longgar pada 2027 mendatang, sehingga ruang fiskal untuk meningkatkan kesejahteraan GTT dan PTT bisa lebih besar.












