Udara yang naik mendingin, uap air mengembun, dan membentuk awan hujan di sisi lereng yang menghadap angin (daerah pegunungan/dataran tinggi).
Sebaliknya, daerah di sisi lain pegunungan (sisi “bayangan hujan”) cenderung lebih kering. Ini adalah salah satu penyebab utama hujan tidak merata di berbagai daerah di provinsi tersebut.
2. Pola Angin Lokal
- Pemanasan Lokal dan Pembentukan Awan Konvektif
- Energi matahari yang menyinari permukaan bumi menyebabkan pemanasan yang tidak merata. Area dengan pemanasan lebih tinggi (misalnya, lahan terbuka atau perkotaan) dapat memicu pembentukan awan konvektif lokal (awan Cumulonimbus), yang menghasilkan hujan lebat dalam waktu singkat di lokasi tersebut, sementara area lain yang berdekatan tetap kering.
- Fenomena Atmosfer Skala Besar
- Fenomena skala besar seperti perlambatan kecepatan angin (konvergensi) atau adanya pola siklonik di Samudera Hindia juga dapat memicu hujan lebat di Bengkulu secara umum, namun distribusinya tetap dipengaruhi oleh faktor lokal di atas.
Page 2 of 2












