Karena gejala pada umumnya adalah demam tinggi, gejala seperti flu, maka biasanya memerlukan konsultasi dengan dokter. Untuk mengetahui riwayat perjalanan penyakit, riwayat travelling, dan juga pemeriksaan fisik.
“Dokter juga merekomendasikan pemeriksaan laboratorium untuk membuktikan infeksi dari salah satu infeksi virus dengue tersebut. Karena DBD merupakan infeksi virus, sehingga tidak ada pengobatan secara khusus untuk mengobati DBD karena nantinya akan sembuh dengan sendirinya,”@Halodoc.
Namun, ada beberapa obat untuk meringankan gejala. Misalnya seperti demam, bisa memilih golongan obat yang seperti analgesik, atau asetaminofen, atau untuk pereda nyeri seperti anti-inflamasi yang non-steroid.
“Tetapi pada keadaan tertentu, idealnya memang untuk pasien yang terbukti terinfeksi DBD disarankan untuk melakukan perawatan di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan yang komprehensif. Dan juga untuk memonitor kebutuhan cairan, tekanan darah, atau bila memang terdapat indikasi membutuhkan transfusi darah,”@Halodoc.
Untuk mencegah supaya kita tidak terinfeksi dari virus DBD ini, dapat diupayakan 3M+. Menyikat dan menguras, menutupi tempat penampungan air, memanfaatkan atau mendaur ulang bahan bekas serta menghindari gigitan nyamuk dan perkembangan biakan nyamuk.
”Ketika kamu berada di dalam sebuah wilayah yang banyak nyamuk, bisa diupayakan juga menggunakan pakaian yang tertutup. Seperti baju lengan panjang, celana panjang, kaos kaki dan sepatu. Dan jangan lupa bila memang banyak nyamuk boleh oleskan lotion yang mengandung anti nyamuk sehingga bisa menghindari gigitan nyamuk,”@Halodoc.
Itu dia tadi penjelasan dari dr. Andrew Lienata mengenai gejala dan cara pencegahan DBD. Semoga bisa bermanfaat untuk kalian ya.












